Rencana struktur ruang wilayah kabupaten merupakan kerangka tata ruang wilayah kabupaten yang tersusun atas konstelasi pusat-pusat kegiatan yang berhirarki satu sama lain yang dihubungkan oleh sistem jaringan prasarana wilayah kabupaten terutama jaringan transportasi. Dalam struktur ruang baik Nasional, Provinsi maupun Kabupaten dikenal istilah Pusat Kegiatan Nasional (PKN), Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Pusat kegiatan Lokal (PKL).
Klik untuk menampilkan/menyembunyikan layer
  1. Kabupaten Mamasa
  2. Prov. Sulawesi Barat
  3. Batas Desa
  4. Batas Kecamatan
  5. Ibukota Kecamatan
  6. Jaringan Jalan
  7. Sungai
  8. Kepadatan Penduduk
  9. Rencana Pola Ruang
  10. Kawasan Strategis (KS)
  11. KS Sosial Budaya
  12. Jaringan Kabel Telepon
  13. Pusat Kegiatan
  14. Struktur Ruang - Eksisting
  15. Struktur Ruang - Rencana
  16. Struktur Ruang
Rencana Struktur Ruang dan Pusat Kegiatan

Sistem pusat-pusat pelayanan Kabupaten Mamasa dengan menetapkan :

Hirarki I atau Pusat Kegiatan Utama adalah Kota Mamasa yang berfungsi sebagai ibukota Kabupaten Mamasa atau dalam konteks rencana tata ruang provinsi kota Mamasa ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWp).

Hirarki II atau Pusat Kegiatan Lokal promosi adalah Kota Sumarorong Kecamatan Sumarorong. Penentuan Sumarorong menjadi PKLp didasarkan kondisi dan potensi yang ada.

Hirarki III atau Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) adalah Kota Kecamatan sebagai berikut Rantelemo di Kecamatan Bambang, Minake di Kecamatan Tanduk Kalua, Mambi di Kecamatan Mambi, Pana di Kecamatan Pana, Messawa di Kecamatan Messawa, Orobua di Kecamatan Sesena Padang, Nosu di Kecamatan Nosu, Aralle di Kecamatan Aralle, Tawalian di Kecamatan Tawalian, Balla Satanetean di Kecamatan Balla, Tabang di Kecamatan Tabang, Galung di Kecamatan Rantebulahan Timur, Lakahang di Kecamatan Tabulahan, Buntu Malangka di Kecamatan Buntu Malangka dan Mehalaan di Kecamatan Mehalaan.
Hirarki IV adalah Pusat Pelayanan Lokal (PPL) yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan (agrobisnis) desa atau kawasan potensial yaitu Tampak Kurra, Malatiro dan Pangandaran di Kecamatan Tabulahan, Ralleanak, Baruru dan Pamoseang Pangga di Kecamatan Aralle, Salubanua di Kecamatan Mambi, Ulumambi di Kecamatan Bambang, Passembuk di Kecamatan Mehalaan, Lambanan di Kecamatam Mamasa, Kariango di Kecamatan Tawalian, Balla di Kecamatan Balla, Tamalantik di Kecamatan Tanduk Kalua, Banea dan Batanguru di Kecamatan Sumarorong, Tanete Batu di Kecamatan Messawa, dan Manipi di Kecamatan Pana.
Rencana Pengembangan Prasarana Wilayah

Sarana dan prasarana merupakan hal penting dalam pengembangan wilayah, karena kemajuan suatu wilayah tergantung pada ketersediaan dan pelayanan sarana dan prasarana. Pada saat ini ketersediaan dan pelayanan yang memadai dari sarana dan prasarana terkonsentrasi pada kawasan perkotaan yaitu Kota Mamasa. Oleh karena itu diperlukan penyebaran penyediaan sarana dan prasarana secara merata dengan kualitas pelayanan yang memadai.

Tujuan dalam pengembangan sarana dan prasarana kaitannya dengan pengembangan wilayah di Kabupaten Mamasa adalah untuk membuka keterisolasian wilayah, mengantisipasi disparitas pengembangan wilayah. Salah satu upaya yang dilakukan dalam hal ini adalah dengan membuka akses dari dan menuju wilayah yang sulit untuk dijangkau, seperti Kecamatan Mambi, Aralle, Tabulahan, Rantebulahan Timur, Tanduk Kalua, Nosu, Tabang, Bambang dan Sesena Padang. Upaya ini dilakukan pula untuk menarik investor, dengan tujuan agar eksistensi Kabupaten Mamasa mempunyai pengaruh yang besar terhadap wilayah lainnya di Provinsi Sulawesi Barat.

Comments are closed.

Close Search Window