Rumusan Potensi Pengembangan Wilayah Kabupaten Mamasa
Potensi merupakan suatu hal yang menjadi daya dukung dalam proses pengembangan wilayah, dalam hal ini adalah Kabupaten Mamasa. Untuk lebih jelasnya mengenai potensi pengembangan wilayah Kabupaten Mamasa dapat dilihat pada tabel:
No Aspek Kajian Potensi
1 Regional/Eksternal
  • Karakteristik budaya lokal yang cukup kuat dan tipikal, menjadi potensi wisata budaya yang perlu dilestarikan sebagai salah satu aset nasional.
  • Memiliki panorama alam yang indah sebagai daya tarik pengembangan sektor kepariwisataan
  • Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dimana Kabupaten Mamasa mempunyai fungsi sebagai pusat kegiatan wilayah promosi (PKWp) untuk pengembangan pelayanan pariwisata, pusat pelayanan wilayah belakang, pusat perhubungan dan komunikasi, pusat kegiatan industri dan pusat permukiman.
  • Memiliki sumber air permukaan yang besar yaitu Sungai Mamasa dan Sungai Masuppu dan anak-anak sungai yang mengalir di sekitar wilayah Kabupaten Mamasa yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan pertanian di Kabupaten Mamasa.
2 Fisik Dan SDA
  • Kabupaten Mamasa merupakan wilayah yang memiliki kekayaan alam yang potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan pariwisata dan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian.
  • Kabupaten Mamasa memiliki potensi hutan rakyat seperti bambu, pinus dan uru yang memiliki nilai pasar yang besar terutama lingkup dalam negeri.
3 Sosial Penduduk
  • Jumlah penduduk Tahun 2013 sebesar 147.660 jiwa
  • Kepadatan penduduk di Kabupaten Mamasa Tahun 2013 sebesar 49 jiwa/ha
4 Sosial Budaya
  • Suku yang terdapat di Kabupaten Mamasa adalah suku Bugis, suku Toraja, suku Jawa, dan suku Mandar.
  • Kehidupan sosial masyarakat yang dipengaruhi oleh adat istiadat adalah upacara perkawianan (Basse pentambenan dan upacara kematian (pa’tomatean).
5 Ekonomi
  • Peluang pengembangan sektor basis berupa sektor primer dan sekunder, yakni pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, bangunan, serta perdagangan, hotel dan restoran.
  • Memiliki komoditas potensial pengembangan  yakni :
  • Tanaman pangan : padi sawah, ubi jalar, keladi, pisang, dan sayur-sayuran
  • Perkebunan : pala, kelapa, vanili, kakao, cengkeh, kopi dan jambu mete
  • Kehutanan : ayu uru, pinus dan bambu
  • Peternakan : peternakan besar berupa kerbau, sapi, kambing dan babi dan peternakan unggasberupa ayam kampung, itik dan entok
  • Perikanan: ikan mujahir, lele, mas, nila dan belut.
  • Peluang pengembangan usaha lain :
  • Pariwisata :  wisata alam yang meliputi, air terjun, kolam renang air panas, kolam ikan, goa alam, pemukiman adat, cagar alam pegunungan, wisata budaya meliputi acara perkawinan dan acara kematian.
  • Pertambangan emas dan gas bumi, serta galian golongan C.
6 Pengelolaan Pembangunan
  • Adanya kepentingan regional pada kawasan ini menjadikan kawasan ini sebagai kawasan strategis pengembangan.
  • Dari aspek pembiayaan pembangunan, terdapatnya kekayaan alam yang belum tergali menjadi faktor kekuatan untuk modal pembangunan dan daya tarik bagi investor.
Permasalahan Pengembangan Kawasan Hiterland
Selain terdapat suatu potensi dalam pengembangan wilayah pun terdapat suatu permasalahan. Untuk lebih jelasnya mengenai permasalahan pengembangan wilayah Kabupaten Mamasa dapat dilihat pada tabel:
No Aspek Kajian Permasalahan
1 Regional/Eksternal
  • Isu Pemekaran Wilayah Kecamatan Mambi, Aralle, Rantebulahan Timur dan Bambang, Mehalaan, Buntu Malangka dan Tabulahan.
  • Kondisi bentang alam yang berupa pegunungan dan perbukitan menjadi kendala dalam pengembangan jaringan jalan.
  • Masih terbatasnya sistem prasarana dan sarana yang mendukung dalam pengembangan wilayah kabupaten.
  • Kontribusi ekonomi dalam lingkup regional masih relatif rendah serta kurangnya daya saing terhadap wilayah-wilayah lainnya di Provinsi Sulawesi Barat.
  • Kendala aksesibilitas dalam melakukan interaksi ekonomi sehingga kegiatan perekonomian utamanya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pasar lokal.
  • Sistem tata niaga yang masih berpola tradisional.
  • Pada wilayah-wilayah tertentu, budaya masyarakat masih bersifat tertutup dari akulturasi budaya luar, sehingga dapat menjadi faktor penghambat proses percepatan pembangunan.
  • Persebaran pusat-pusat permukiman masih mengelompok di perkotaan yang dapat menjadi kendala tersendiri dalam penyediaan sarana dan fasilitas lingkungan.
2 Fisik Dan Sumberdaya Alam
  • Sumber daya hutan yang dieksploitasi dengan kurang memperhatikan azas berkelanjutan. Kerusakan hutan ini merupakan permasalahan yang perlu dipertimbangkan dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan (fungsi resapan air).
  • Terdapatnya kawasan-kawasan rawan bencana berupa bahaya banjir dan gerakan tanah.
  • Sumberdaya air terbatas/tidak merata.
  • Masih terdapat lahan kritis cukup luas.
3 Sosial Penduduk
  • Rendahnya kualitas sumber daya manusia
  • Kepadatan penduduk yang berkelompok dalam satu kecamatan yang menyebabkan penyebaran penduduk tidak merata.
  • Jumlah dan sebaran penduduk masih rendah dan tidak merata.
4 Ekonomi
  • Pola pengembangan usaha pertanian masih bersifat tradisional dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sendiri (subsistem).
  • Keterbatasan sarana dan prasaran pendukung pemasaran hasil produksi pertanian, terutama sarana perdagangan (pasar) dan sarana transportasi (angkutan) serta prasrana jalan.
  • Kurangnya akses ke lembaga keuangan.
  • Pengembangan pertanian dipengaruhi keterbatasan fisik berupa kecuraman lereng, kedalaman tanah, drainase dan kesuburan tanah, ketersediaan air,  batuan di permukaan tanah, Kondisi ini mempengaruhi perlunya dukungan input yang tinggi terutama dalam untuk  melakukan konservasi tanah, irigasi, dan pemupukan.
  • Permasalahan usaha peternakan yakni masih dilakukan secara tradisional dimana dilakukan masyarakat bersama-sama kegiatan pertanian lainnya
5 Pertanian dan Pariwisata
  • Kegiatan perikanan belum dilakukan secara optimal, masih untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, belum untuk dipasarkan secara luas
  • Belum ada lembaga penampungan hasil perikanan
  • Kegiatan wisata belum berkembang secara optimal
  • Belum adanya sarana/prasarana penunjang wisata yang memadai
  • Belum adanya promosi wisata untuk menarik investor untuk pengembangan wisata
  • Akses ke setiap lokasi wisata sangat rumit dengan kondisi jalan yang kurang menguntungkan.
6 Prasarana dan Sarana
  • Keterbatasan ketersediaan dan kondisi prasarana/sarana transportasi (jalan dan angkutan umum) penghubung baik antar wilayah kecamatan maupun antar wilayah sekitar (desa/kelurahan).
  • Keterbatasan pelayanan telekomunikasi, yang terutama hanya melayani wilayah perkotaan. Sedangkan yang berada di perdesan belum terjangkau prasarana telekomunikasi.
  • Keterbatasan pelayanan air bersih, dimana sebagian besar penduduk Kabupaten Mamasa masih memanfaatkan air tanah (melalui sumur tanah dangkal dan mata air) dan aih hujan. Sedangkan pelayanan PDAM baru melayani ibukota kabupaten Mamasa dan sekitarnya dan relatif terbatas.
  • Sistem pelayanan persampahan belum dilakukan secara baik, dimana sebagian besar dikelola secara tradisional (timbun, bakar atau buang ke sungai).
  • Sarana wilayah secara umum masih dalam kondisi kurang memadai, hal ini berdampak pada tingkat pelayanan terhadap penduduk.
7 Struktur Ruang
  • Struktur ruang yang telah direncanakan dalam RTRW Kabupaten Mamasa tahun 2007 sejauh ini belum terimplementasi dengan baik.
  • Belum adanya rencana tata ruang atau sejenisnya mempunyai kekuatan hukum (perda)
  • Konsentrasi pertumbuhan terbatas pada pusat-pusat pertumbuhan tertentu (perkotaan) yang mengindikasikan terjadinya kesenjangan pertumbuhan wilayah
  • Keterbatasan interaksi antara pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah belakangnya (pedesaan) akibat keterbatasan sarana dan prasarana transportasi. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan sistem  koleksi dan distribusi barang dan jasa sebagai perkembangan ekonomi wilayah.
8 Pengelolaan Pembangunan
  • Keterbatasan kualitas sumberdaya manusia yang berperan dalam pengelolaan pembangunan
  • Relatif barunya pemekaran pemerintahan Kabupaten Mamasa, sehingga saat ini masih dalam tahap perencanaan semua aspek dan sektor.

Comments are closed.

Close Search Window